Jakarta, 27 Oktober 2026 — MySertifikasi Ukara kembali menghadirkan program Pelatihan dan Sertifikasi BNSP pada Oktober 2026. Program ini menyasar profesional dari berbagai bidang dan latar belakang.
Rangkaian pelatihan berlangsung pada 12–15 Oktober 2026. Peserta kemudian mengikuti uji sertifikasi BNSP pada 26 Oktober 2026. Program kali ini menghadirkan tujuh skema kompetensi. Skema tersebut mencakup bidang teknologi, digital marketing, desain, manajemen proyek, keselamatan kerja, hingga pengembangan kompetensi trainer. Hasil asesmen menunjukkan capaian yang positif. Seluruh peserta yang mengikuti uji kompetensi direkomendasikan kompeten oleh asesor.
Tujuh Skema Sertifikasi BNSP
MySertifikasi Ukara menghadirkan tujuh pilihan skema pada program Oktober 2026. Skema tersebut meliputi:
- Senior Trainer Level 5
- Social Media & Digital Marketing
- ICT Project Manager
- UI/UX Designer
- Web Developer
- Video Editor
- Ahli K3 Umum
Ketujuh skema tersebut memiliki karakteristik dan kebutuhan kompetensi yang berbeda. Skema Senior Trainer Level 5 cocok bagi profesional yang berperan sebagai trainer. Peserta dapat memperkuat kompetensi dalam proses pembelajaran dan pengembangan peserta didik.
Sementara itu, Social Media & Digital Marketing berfokus pada kompetensi pemasaran melalui kanal digital. Kompetensi ini semakin penting bagi perusahaan yang mengembangkan strategi pemasaran berbasis digital.
Skema ICT Project Manager menyasar profesional yang mengelola proyek teknologi informasi. Peserta perlu memahami proses perencanaan, pelaksanaan, pengendalian, dan evaluasi proyek.
Pada bidang desain dan teknologi, peserta dapat memilih skema UI/UX Designer atau Web Developer. Kedua bidang tersebut memiliki peran penting dalam pengembangan produk digital.
Skema Video Editor menyasar kebutuhan industri kreatif. Peserta dapat mengembangkan kompetensi dalam proses penyuntingan dan produksi konten video.
Sementara itu, Ahli K3 Umum berfokus pada kompetensi keselamatan dan kesehatan kerja. Skema ini relevan bagi profesional yang memiliki tanggung jawab terkait aspek K3 di lingkungan kerja.

Pelatihan Berlangsung Selama 40 Jam Pelajaran
MySertifikasi Ukara menggunakan format pembelajaran yang fleksibel. Peserta mengikuti empat kali pertemuan melalui Zoom. Total pembelajaran mencapai 40 Jam Pelajaran (JP).
Sesi pelatihan berlangsung pada malam hari. Format tersebut membantu peserta yang tetap menjalankan pekerjaan selama hari kerja. Trainer tidak hanya menyampaikan materi. Mereka juga mengajak peserta melakukan praktik dan berdiskusi.
Peserta mendapatkan pendampingan dalam proses pembuatan portofolio. Portofolio tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam pengembangan kompetensi profesional. Program juga menyediakan simulasi ujian. Peserta dapat mengenali proses asesmen sebelum menghadapi uji kompetensi.
Trainer dan asesor turut memberikan pendampingan selama proses persiapan. Pendekatan ini membantu peserta memahami kompetensi yang perlu mereka tunjukkan saat asesmen.
Sebagian Pelatihan Berlangsung di UPN “Veteran” Jakarta
Sebagian besar peserta mengikuti pembelajaran secara online. Namun, dua skema menggunakan format tatap muka. Peserta Video Editor dan Digital Marketing mengikuti sesi offline di UPN “Veteran” Jakarta. Format tersebut memberi kesempatan bagi peserta untuk melakukan praktik secara langsung. Peserta juga dapat berinteraksi dengan trainer dan peserta lain dalam satu ruang pembelajaran. Perpaduan format online dan offline memberikan fleksibilitas bagi peserta. Setiap skema tetap menyesuaikan metode pembelajaran dengan kebutuhan kompetensinya.
Peserta Berasal dari Berbagai Latar Belakang
Program Pelatihan dan Sertifikasi BNSP Oktober 2026 menghadirkan peserta dari berbagai sektor. Peserta berasal dari kalangan akademisi, profesional, staf, hingga manajer.
Beberapa peserta berasal dari UPN “Veteran” Jakarta. Peserta lainnya berasal dari Universitas Maritim Raja Ali Haji. Program ini juga mendapat partisipasi dari profesional PT Asuransi Asei Indonesia. Selain itu, terdapat peserta dari sejumlah instansi lainnya.
Keragaman tersebut menunjukkan luasnya kebutuhan terhadap sertifikasi kompetensi. Sertifikasi BNSP tidak hanya relevan bagi pencari kerja. Profesional yang sudah bekerja juga dapat memanfaatkannya untuk mengembangkan kompetensi. Dosen dan akademisi dapat memperkuat pengakuan terhadap kompetensi profesional mereka. Sementara itu, pekerja industri dapat menggunakan sertifikasi sebagai bagian dari pengembangan karier.
Uji Kompetensi BNSP Menggunakan Asesmen Profesional
Setelah menyelesaikan pelatihan, peserta mengikuti uji kompetensi pada 26 Oktober 2026. MySertifikasi Ukara bekerja sama dengan beberapa Lembaga Sertifikasi Profesi atau LSP. LSP yang terlibat dalam program ini meliputi:
- LSP K3 Nasional
- LSP TIK Global
- LSP Teknologi Digital
- LSP Trainer Profesional Indonesia
Setiap LSP menangani skema sesuai dengan bidang kompetensinya. Asesor kemudian menilai kemampuan peserta berdasarkan standar kompetensi pada skema masing-masing. Peserta perlu menunjukkan kemampuan yang sesuai dengan unit kompetensi. Proses ini membuat sertifikasi tidak hanya berfokus pada pemahaman teori.
Hasil akhirnya menunjukkan capaian yang sangat positif. Seluruh peserta yang mengikuti uji kompetensi direkomendasikan kompeten oleh asesor.
Sertifikasi BNSP Mendukung Pengembangan Kompetensi
Dunia kerja terus mengalami perubahan. Teknologi juga berkembang dengan sangat cepat. Kondisi tersebut membuat profesional perlu terus memperbarui kompetensinya.
Sertifikasi kompetensi dapat menjadi salah satu cara untuk menunjukkan kemampuan profesional. Sertifikasi juga memberikan pengakuan terhadap kompetensi yang seseorang miliki. Namun, proses tersebut tidak cukup hanya dengan mengikuti ujian. Peserta perlu memahami materi. Mereka juga perlu menguasai praktik dan mampu menunjukkan kompetensi saat asesmen.
Karena itu, MySertifikasi Ukara menggabungkan pelatihan dan sertifikasi dalam satu rangkaian program. Peserta belajar terlebih dahulu. Mereka kemudian berlatih dan membuat portofolio. Setelah itu, peserta mengikuti simulasi dan mempersiapkan diri untuk asesmen. Pendekatan tersebut membantu peserta memahami proses sertifikasi secara lebih menyeluruh.
Pimpinan MySertifikasi Ukara: Sertifikasi Harus Berorientasi pada Kompetensi
Pimpinan MySertifikasi Ukara menilai bahwa sertifikasi tidak seharusnya berhenti pada kepemilikan dokumen.
“Sertifikasi kompetensi bukan sekadar tentang memiliki sertifikat. Peserta perlu benar-benar memahami kompetensinya dan mampu menerapkannya dalam pekerjaan. Karena itu, kami mendorong proses belajar yang kuat sebelum peserta menghadapi asesmen.”
Menurut MySertifikasi Ukara, kebutuhan terhadap tenaga kerja kompeten akan terus meningkat. Perusahaan membutuhkan profesional yang mampu beradaptasi. Mereka juga membutuhkan tenaga kerja dengan kompetensi yang relevan. Program sertifikasi dapat menjadi salah satu bagian dari proses tersebut.
Peserta Memberikan Respons Positif
Pengalaman peserta menjadi salah satu indikator penting dalam evaluasi program. Salah satu peserta, Abdul Munir, memberikan ulasan positif melalui Google. Ia menilai MySertifikasi Ukara sebagai platform edukasi yang memiliki proses belajar interaktif. Ia juga mengapresiasi sesi webinar dan diskusi yang membantu peserta memahami jalur pengembangan kompetensi.
Peserta lain juga memberikan ulasan positif. Ia menyampaikan bahwa materi pelatihan memberikan tambahan wawasan dan pengetahuan. Menurutnya, pengalaman tersebut juga membantu meningkatkan kompetensi. Respons peserta menjadi masukan penting bagi MySertifikasi Ukara.
Tim terus menggunakannya untuk meningkatkan kualitas program. Evaluasi juga membantu tim memahami kebutuhan peserta dari berbagai latar belakang.
MySertifikasi Ukara Dorong Profesional Indonesia Tingkatkan Kompetensi
Program Oktober 2026 menjadi salah satu bagian dari komitmen MySertifikasi Ukara. MySertifikasi Ukara ingin membantu lebih banyak profesional meningkatkan kompetensi. Program juga membuka akses bagi peserta dari berbagai bidang.
Pilihan skema yang beragam menjadi salah satu keunggulan program. Peserta dapat memilih skema sesuai bidang pekerjaan dan kebutuhan pengembangan karier. Sistem pembelajaran juga memberikan fleksibilitas. Peserta dapat mengikuti sebagian besar sesi secara online. Di sisi lain, program tetap menyediakan praktik dan pendampingan. Peserta tidak hanya menerima materi secara teoritis.
Capaian 100% peserta direkomendasikan kompeten oleh asesor menjadi hasil penting dari program Oktober 2026. Hasil tersebut juga menjadi motivasi bagi MySertifikasi Ukara untuk terus menjaga kualitas pelatihan dan pendampingan. Ke depan, MySertifikasi Ukara akan terus menghadirkan program pelatihan dan sertifikasi dengan berbagai skema kompetensi.
Informasi mengenai program terbaru tersedia melalui ukara.co.id. Calon peserta juga dapat berkonsultasi mengenai skema sertifikasi yang sesuai melalui Konsultasi Sertifikasi BNSP.
Melalui program Pelatihan dan Sertifikasi BNSP, MySertifikasi Ukara berkomitmen membantu lebih banyak profesional Indonesia memperoleh pengakuan kompetensi dan meningkatkan kesiapan menghadapi kebutuhan dunia kerja.




